Di era teknologi yang semakin berkembang, penerapan teknologi digital semakin penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan teknologi telah mengubah cara berkomunikasi, bekerja, dan mengakses informasi. Teknologi mencakup perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mengelola dan memanipulasi data secara elektronik.
Pentingnya Mengadopsi dan Menerapkan Teknologi Digital pada Sektor Konstruksi
Teknologi digital dapat diterapkan di seluruh sektor industri, termasuk industri konstruksi. Berikut beberapa manfaat penerapan teknologi digital di sektor konstruksi:
- Efisiensi: Solusi digital seperti Building Information Modeling (BIM) dan software manajemen proyek dapat membantu perencanaan dan pemantauan secara real-time. Hal ini mengurangi terjadinya penundaan secara keseluruhan dan membantu menjaga proyek tetap sesuai jadwal dan anggaran.
- Akurasi: Software analisis konstruksi dan desain mampu meningkatkan tingkat akurasi dan presisi proses pembangunan seperti pengukuran hingga estimasi biaya. Hal ini meminimalkan terjadinya kesalahan secara keseluruhan dan mencegah melakukan pengerjaan ulang.
- Keamanan: Penggunaan software yang dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI) mampu memantau, memprediksi, dan mencegah kecelakaan kerja di lokasi proyek konstruksi. Penerapan ini juga memantau kesehatan para pekerja untuk mencegah kecelakaan akibat kelelahan bekerja.
- Kolaborasi: Teknologi digital memudahkan komunikasi antara arsitek insinyur, kontraktor dan klien. Selain itu, adanya teknologi berbasis cloud memudahkan para pemangku kepentingan dapat memiliki akses informasi, pembaruan, dan dokumentasi yang sama sehingga mengurangi kesalahpahaman dan konflik.
Studi Kasus
Salah satu perusahaan konstruksi yang berhasil mengadopsi dan menerapkan teknologi digital yaitu PT. Hutama Karya yang telah berhasil meraih ISO 19650-2018 Kitemark dari PT British Standards Institute dalam bidang penerapan Building Information Modeling (BIM).
PT. Hutama Karya menjadi perusahaan BUMN pertama yang mendapatkan Sertifikat ISO 19650 BIM KItemark, sekaligus juga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang tersertifikasi pada tiga part sekaligus yakni part 1,2, dan 5 yang mencakup prinsip-prinsip project delivery hingga security minded approach to information modeling.
Baca juga: Strategi Percepatan Pembangunan Infrastruktur menuju Indonesia 2025 Emas
ISO 19650-2018 Kitemark merupakan sertifikasi dengan standar internasional untuk penerapan implementasi BIM yang diakui industri secara global untuk menunjukkan tingkat maturitas organisasi dan komitmennya terhadap kepuasan klien. Sertifikat BSI Kitemark merupakan level tertinggi di bidang BIM yang terdiri dari ISO 19650-1:2018 Concept and Principles of Information Management, ISO 19650-2:2018 Delivery Phase of Assets, dan ISO 19650-5:2020 Security Minded Approach to Information Management.
Keberhasilan PT Hutama Karya mendapatkan Sertifikat ISO 19650-2018 Kitemark tak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak internal perusahaan dalam optimalisasi penerapan teknologi pada proses bisnis yang dijalankan.