Konstruksi bangunan memiliki kompleksitas tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Dalam prosesnya, ketiga tahapan tersebut memerlukan pedoman dan panduan yang dapat membantu para pekerja atau pihak yang terlibat agar bekerja sesuai dengan standar dan kualifikasi yang sudah ditetapkan, untuk itu diperlukan SOP konstruksi. SOP konstruksi dapat dibuat oleh konsultan SOP sesuai dengan kesepakatan kontrak. Namun, SOP konstruksi terbatas pada langkah-langkah operasional. Untuk mengatasi hal tersebut, standar ISO dapat menjadi acuan sistem manajemen yang memiliki standar dan kualitas yang bertaraf internasional, yaitu standar ISO.
Panduan Membuat SOP Konstruksi sesuai Standar ISO
Standar Operasional Prosedur atau SOP merupakan dokumen tertulis yang berisi instruksi terperinci untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas secara konsisten, efektif, dan efisien sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi. Dalam konteks konstruksi, SOP konstruksi dibuat untuk mengatur langkah-langkah operasional serta hanya dapat dilakukan ketika pekerjaan sedang berlangsung, sehingga hal ini menjadi celah pada SOP konstruksi. Sebagai instruksi kerja, SOP dapat dipadukan dengan sistem manajemen yang berorientasi pada peningkatan kualitas, keamanan, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, yaitu ISO.
ISO atau (International Organization for Standardization) merupakan organisasi non-pemerintah yang menerbitkan sejumlah standar untuk berbagai industri yang memiliki tujuan dalam meningkatkan efisiensi, meningkatkan keamanan, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Standar ISO memberikan pedoman dan persyaratan yang diakui secara global serta memiliki beberapa seri ISO seperti ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), ISO 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi), ISO 37001 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan), dan sebagainya.
Baca juga: Cara Efektif Mengedukasi Subkontraktor tentang K3 dan Standar ISO
Sebagai pihak yang terlibat dalam pembuatan SOP konstruksi, Anda dapat membuat SOP konstruksi sesuai dengan standar ISO. Berikut langkah-langkahnya:
1. Membuat SOP ISO
Langkah pertama yang dapat Anda lakukan yakni dengan membuat SOP ISO yang berisi judul SOP, tujuan dan cakupan, peran dan tanggung jawab, dokumen terkait dan pengendalian dokumen, prosedur, dan riwayat revisi.
2. Memahami Persyaratan SOP ISO
Pahami standar ISO dan persyaratan SOP secara spesifik yang relevan. Memahami prinsip-prinsip ini memastikan SOP Anda selaras dengan tujuan utama standar ISO.
3. Identifikasi Proses Utama
Petakan proses inti dalam organisasi Anda yang memengaruhi kualitas produk atau layanan. Hal ini mencakup proses yang berkaitan dengan produksi, kendali mutu, layanan pelanggan, dan lainnya.
4. Melibatkan Pemangku Kepentingan
Libatkan individu yang terlibat langsung dalam proses, termasuk karyawan, manajer, dan personel jaminan mutu.
5. Melakukan Analisis Kesenjangan
Bandingkan proses Anda saat ini dengan persyaratan standar ISO yang relevan. Kemudian, identifikasi ketidaksesuaian dan area di mana prosedur Anda saat ini yang kurang tepat.
6. Lakukan Penilaian Risiko
Nilai potensi risiko yang terkait dengan setiap proses dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti variabilitas proses, potensi kesalahan, dan dampaknya terhadap kualitas produk.
7. Tentukan Struktur SOP
Tetapkan format standar untuk template SOP ISO Anda agar dapat memastikan konsistensi dan kemudahan penggunaan.
8. Tulis SOP secara Jelas, Ringkas, dan Mudah Dipahami
Gunakan bahasa yang jelas dan kalimat yang efektif agar SOP mudah dipahami oleh semua karyawan. Sertakan juga visual seperti diagram alur kerja untuk mengilustrasikan langkah-langkah yang rumit.
Sebagai sistem manajemen, ISO dapat dipadukan dengan SOP konstruksi agar proyek konstruksi yang sedang berlangsung menghasilkan output yang berstandar tinggi serta mematuhi regulasi yang berlaku, baik secara nasional maupun internasional. Jika Anda tertarik dengan ISO, Anda dapat mengunjungi website berikut ini konsultanisoindonesia.com. Tim kami tidak hanya memberikan informasi atau konsultasi, tetapi juga melakukan pendampingan bagi perusahaan Anda untuk meraih sertifikat ISO.