Sebagai sebuah sistem, organisasi memiliki sekumpulan perintah, kebijakan, serta standar kerja dalam menjalankan operasionalnya. Untuk memahami keseluruhan sistem dan regulasi dalam organisasi, pekerja atau staff wajib mendapatkan pelatihan berupa training awareness internal. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait sistem, standar, dan cara kerja organisasi.
Langkah-langkah Persiapan Training Awareness Internal
Training awareness internal merupakan pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pekerja atau individu kepada suatu standar, sistem, atau regulasi yang ada dalam lingkungan kerja. Training awareness internal memastikan seluruh pekerja memahami pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, efektivitas operasional, serta membangun budaya perusahaan yang positif.
Pada konteks training awareness internal standar ISO, pelatihan ini memiliki fungsi untuk memberikan pemahaman akan pentingnya standar kualitas, keamanan, hingga manajemen kepada pekerja yang sudah ditetapkan oleh standar ISO. training awareness internal memiliki manfaat untuk membangun kesadaran dalam mendukung kepatuhan terhadap regulasi, membantu meningkatkan serta konsistensi dalam operasional perusahaan.
Berikut beberapa tujuan dan manfaat training awareness internal:
- Memastikan seluruh anggota memahami dan mematuhi standar ISO.
- Meminimalisir kesalahan dan pelanggaran dengan memberikan pemahaman yang tepat.
- Membantu organisasi melakukan operasional kerja secara efektif dan efisien.
- Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
- Membangun budaya kerja yang lebih baik.
Baca juga: Perbedaan Audit Internal dan Eksternal
Setelah mengetahui beberapa manfaat training awareness internal, Anda dapat mempersiapkan training awareness internal melalui langkah-langkah berikut ini:
1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Tujuan Training
Tentukan jenis dan tujuan spesifik pelatihan. Jenis awareness disesuaikan dengan standar ISO yang dipilih dan tujuan spesifik memiliki goal yang ingin dicapai seperti peningkatan pemahaman, persiapan sertifikasi, peningkatan budaya, dan lain-lain.
2. Melakukan Pre Test
Pre test ini dilakukan dengan mengirimkan materi awal berupa kebijakan perusahaan, struktur organisasi, hingga operasional utama perusahaan. Pre-test juga dapat ditujukan untuk menilai pemahaman awal karyawan.
3. Pelaksanaan Training
Pelatihan dilakukan dengan menyampaikan materi sesuai agenda, melibatkan seluruh peserta dengan diskusi, tanya jawab, serta studi kasus. Selama pelatihan berlangsung, moderator atau notulen mencatat seluruh hasil diskusi, umpan balik, dan hambatan pemahaman yang dialami peserta.
4. Lakukan Post Test
Pelatihan tidak berhenti pada pelaksanaan training saja. Pelaksana pelatihan dapat memberikan pertanyaan untuk peserta melalui form evaluasi, materi, hingga penyelenggaraan.
5. Tindak Lanjut Pasca Training
Pada tahap ini, data-data sudah terkumpul dan dapat dilakukan tindakan perbaikan. Untuk divisi sumber daya manusia atau HR, lakukan pembaruan kompetensi karyawan melalui sistem matriks kompetensi.
Sebelum mengimplementasikan sistem manajemen ISO, pemahaman karyawan menjadi dasar yang penting dalam mengenal standar ISO. Untuk itu, dilakukan training awareness internal agar seluruh karyawan memahami tujuan dan pentingnya penerapan ISO pada sistem manajemen organisasi. Jika Anda tertarik untuk mengimplementasikan ISO, kunjungi website konsultanisoindonesia.com. Kami tidak hanya memberikan rekomendasi terbaik, tetapi juga memberikan pendampingan bagi organisasi yang ingin meraih sertifikasi ISO dengan harga yang terjangkau. Segera konsultasikan dengan kami!