ISO menjadi bukti bahwa organisasi atau perusahaan telah memenuhi kriteria standar internasional yang tinggi dari segi tata kelola manajemen. Setelah meraih sertifikat ISO, organisasi dihadapkan pada dua kondisi, yakni audit ISO tahunan dan re-sertifikasi. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mempertahankan sertifikat ISO. Untuk mempertahankan sertifikat ISO, diperlukan beberapa hal yang perlu disiapkan.
Mengenal Audit Sertifikasi ISO
Audit Sertifikasi ISO merupakan proses penilaian independen yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi resmi untuk menilai kesesuaian sistem manajemen suatu organisasi dengan persyaratan standar ISO yang berlaku. Audit ini menjadi syarat utama untuk memperoleh sertifikat ISO, sehingga bersifat formal, sistematis, dan terdokumentasi. Dalam prosesnya, auditor akan melakukan pemeriksaan terhadap kebijakan, prosedur, catatan, serta implementasi sistem yang dijalankan perusahaan guna memastikan bahwa penerapan standar tidak hanya sebatas dokumen, tetapi benar-benar terintegrasi dalam kegiatan operasional.
Setelah perusahaan berhasil mendapatkan sertifikat, maka tantangan berikutnya adalah mempertahankan pengakuan tersebut dalam jangka panjang. Pada tahap inilah penting untuk memahami lebih jauh tentang re-sertifikasi ISO, yang menjadi kelanjutan dari audit sertifikasi awal.
Baca juga: Perbedaan Audit Interna dan Eksternal
Mengenal Re-Sertifikasi ISO
Re-Sertifikasi ISO merupakan proses audit ulang yang dilakukan setelah masa berlaku sertifikat ISO habis, yang biasanya dilakukan setiap tiga tahun sekali. Tujuan utama dari re-sertifikasi adalah memastikan bahwa sistem manajemen organisasi tetap konsisten, efektif, dan sesuai dengan standar ISO terbaru. Proses ini menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya mampu memenuhi standar pada saat awal sertifikasi, tetapi juga menjaga keberlanjutannya secara berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, re-sertifikasi ISO melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap penerapan sistem manajemen, termasuk hasil audit tahunan, tindak lanjut perbaikan, serta pencapaian perbaikan berkelanjutan. Auditor akan menilai kembali apakah organisasi masih layak mempertahankan sertifikat yang dimiliki atau perlu dilakukan peningkatan. Proses ini juga membantu perusahaan tetap adaptif terhadap perubahan regulasi maupun pembaruan standar ISO yang berlaku.
Dengan demikian, re-sertifikasi berfungsi sebagai bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas, kepatuhan, dan kredibilitas di mata pemangku kepentingan.
Hal yang Perlu Dipersiapkan dalam Audit Tahunan ISO dan Re-Sertifikasi
Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam audit tahunan ISO dan re-sertifikasi:
- Menyediakan dokumen prosedur, kebijakan, dan catatan operasional terbaru.
- Menyusun ulang dokumen lengkap sistem manajemen untuk diverifikasi secara menyeluruh.
- Menyiapkan bukti tindak lanjut dari temuan audit tahunan sebelumnya.
- Menunjukkan konsistensi tindak lanjut audit selama 3 tahun terakhir.
- Menyajikan laporan capaian indikator kinerja (KPI) dan hasil evaluasi manajemen tahunan.
- Menyediakan analisis tren kinerja organisasi selama masa sertifikat berlaku.
Dalam audit ISO tahunan dan re-sertifikasi ISO diperlukan beberapa persiapan dan dokumen-dokumen untuk menunjukkan hasil implementasi standar ISO, baik untuk perbaikan atau tindakan koreksi. Jika Anda mengalami kendala dalam mempersiapkan audit ISO tahunan atau re-sertifikasi, segera konsultasikan dengan kami melalui website berikut ini konsultanisoindonesia.com. Tim kami akan memenuhi kebutuhan Anda dengan pengalaman di bidang sertifikasi dan harga yang terjangkau.