Subkontraktor menjadi penunjang kontraktor utama dalam menjalankan proyek. Namun, dalam proyek konstruksi terdapat beberapa regulasi yang mengharuskan seluruh pihak yang berkaitan dengan proyek, salah satunya terkait K3 dan standar ISO. Pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan oleh organisasi swasta besar atau pemerintah, mewajibkan kontraktor dan subkontraktor memahami dan menerapkan K3 dan standar ISO dalam pengerjaan proyek konstruksi. Maka, dibutuhkan pelatihan dan edukasi terkait K3 dan standar ISO.
Pentingnya K3 bagi Kontraktor
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan serangkaian upaya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sehingga terhindar dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. K3 meliputi kegiatan dan kebijakan memiliki tujuan dalam melindungi sekaligus menjaga produktivitas kerja.
Penerapan K3 penting bagi kontraktor sebagai pihak yang mengerjakan keseluruhan atau sebagian besar proyek konstruksi yang meliputi pekerja konstruksi, manajer konstruksi, pengawas lapangan, serta mandor sebagai pihak yang lebih sering bekerja di lapangan. Untuk itu, berikut pentingnya K3 bagi kontraktor:
1. Melindungi Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Konstruksi
Tujuan utama K3 yakni melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja konstruksi di lingkungan konstruksi. Hal ini dikarenakan lingkungan proyek konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi seperti tertimpa material bangunan, jatuh dari ketinggian, terpeleset, tersengat listrik, dan sebagainya. Selain itu, K3 juga menghindari pekerja konstruksi penyakit akibat kerja seperti paparan kimia, kurangnya pendengaran akibat kebisingan konstruksi, dan lain-lain.
2. Meningkatkan Produktivitas
Lingkungan kerja yang aman dapat meningkatkan produktivitas pekerja konstruksi. Pekerja konstruksi dapat bekerja dengan fokus secara penuh dan tanpa khawatir akan risiko cedera saat melakukan pekerjaannya. Peningkatan produktivitas ini dapat ditingkatkan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga pekerja konstruksi lebih percaya diri meskipun lingkungan kerjanya memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi berkat tindakan mitigasi yang dilakukan di awal.
Baca juga: Pentingnya Pelatihan K3 untuk Pekerja Konstruksi
Pentingnya Standar ISO bagi Kontraktor
Untuk memaksimalkan hasil kerja, kontraktor dapat menerapkan sistem manajemen ISO. ISO merupakan dokumen standar yang berisi serangkaian panduan dan pedoman untuk meningkatkan kualitas mutu (ISO 9001), keamanan informasi ( ISO 27001), anti penyuapan (ISO 37001), hingga lingkungan (ISO 14001). Standar ISO tersebut dapat digunakan pada industri konstruksi, sehingga kontraktor dapat mengimplementasikan satu atau lebih standar ISO sesuai kebutuhan proyek konstruksi.
Berikut pentingnya standar ISO bagi kontraktor:
1. Mengelola Risiko
Seluruh standar ISO yang berkaitan dengan industri konstruksi memiliki pendekatan berbasis risiko. ISO memiliki kerangka kerja sistematis yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, menilai, mengevaluasi, mengurangi, mengendalikan, serta menghilangkan risiko bisnis, dalam hal ini yang berkaitan dengan proyek konstruksi. ISO akan mempelajari risiko, memberikan langkah terbaik, serta perbaikan dalam mengatasi risiko tersebut.
2. Efisiensi Operasional
ISO mengurangi pemborosan dengan melakukan pemetaan terhadap beberapa area dalam proses pekerjaan konstruksi, menetapkan tujuan secara konsisten, dan memakai data matriks untuk mengukur kinerja yang berdampak pada peningkatan operasional proyek.
Bagaimana Cara Mengedukasi Subkontraktor tentang K3 dan Standar ISO?
Agar subkontraktor memiliki pengetahuan dan wawasan terkait K3 dan standar ISO, maka diperlukan edukasi dan pelatihan terkait implementasi K3 dan standar ISO. Berikut langkah-langkahnya:
1. Sosialisasi
Sebelum proyek konstruksi dimulai, lakukan sosialisasi terkait K3 dan standar kepada seluruh subkontraktor. Berikan penjelasan terkait komitmen K3 dan ISO yang harus dipatuhi. Jika perlu, sertakan kewajiban kepatuhan K3 dan ISO dalam kontrak perjanjian kerja.
2. Pelatihan
Berikan pelatihan terkait elemen-elemen dalam K3 seperti APD, prosedur kerja yang aman, tindakan darurat, dan persyaratan ISO.
3. Distribusi Dokumen K3 dan ISO
Berikan SOP, instruksi kerja, dan kebijakan K3 dan ISO yang ringkas dan mudah dipahami. Terjemahkan juga dalam bahasa lokal dan menggunakan ilustrasi gambar.
4. Lakukan Pendampingan
Tugaskan pengawas K3 dan ISO untuk mendampingi subkontraktor di lapangan dengan melakukan observasi dan koreksi langsung saat ditemukan ketidaksesuaian standar K3 dan ISO.
5. Evaluasi
Manajer K3 dan ISO dapat membuat checklist inspeksi mingguan atau bulanan terkait penerapan K3 dan ISO yang disertai penilaian dan feedback tertulis.
Untuk mengerjakan proyek konstruksi, terkadang dibutuhkan subkontraktor agar memudahkan dan mempercepat pengerjaan proyek konstruksi. Namun, subkontraktor harus memahami dan mematuhi standar-standar penting dalam proyek konstruksi seperti K3 dan ISO. Untuk itu, subkontraktor perlu diedukasi terkait penerapan dua standar tersebut. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut terkait ISO, Anda dapat mengunjungi website berikut ini konsultanisoindonesia.com. Tim memiliki pengalaman tinggi di bidang sertifikasi ISO, legalitas, serta ketenagalistrikan dengan harga cukup kompetitif.