Kebutuhan pasar akan peningkatan di segala sisi, membuat perusahaan memerlukan daya saing yang tinggi. Sebagai pintu masuk awal dalam menjajaki persaingan pasar yang sengit, mengikuti proses tender merupakan pencapaian yang prestisius bagi perusahaan. Perusahaan dapat melakukan langkah strategis ISO 9001 yang berfokus pada manajemen mutu, serta ISO 37001 yang menekankan sistem anti-penyuapan, dapat membantu perusahaan meningkatkan kredibilitas, kepatuhan, dan efisiensi.
Integrasi kedua standar ini tidak hanya memperkuat tata kelola perusahaan, tetapi juga mempercepat proses verifikasi dalam tender SBU sehingga memberikan nilai tambah kompetitif bagi perusahaan.
Tahapan Strategis Menggunakan ISO 9001 & ISO 37001 untuk Mempercepat Proses Tender SBU
ISO 9001 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM). Standar ini dirancang untuk memastikan organisasi mampu memberikan produk dan layanan secara konsisten sesuai kebutuhan pelanggan serta peraturan yang berlaku. ISO 9001 menekankan pada prinsip manajemen mutu seperti fokus pada pelanggan, keterlibatan pimpinan, pendekatan berbasis proses, dan perbaikan berkelanjutan.
Sedangkan ISO 37001 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Standar ini memberikan panduan kepada organisasi dalam membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan kontrol pencegahan praktik penyuapan. ISO 37001 mencakup kebijakan anti-suap, pelatihan, penilaian risiko, mekanisme pelaporan, hingga prosedur investigasi.
Kedua standar ISO tersebut dapat membantu untuk mempercepat proses tender SBU dikarenakan memiliki peranan langsung dalam mendukung aspek mutu, kepatuhan, dan tata kelola yang menjadi bahan penilaian dalam penerbitan maupun validasi SBU.
Maka, penting untuk mengetahui apa saja yang dicek tim verifikator saat proses sertifikasi SBU. Berikut beberapa tahapan strategis menggunakan ISO 9001 dan ISO 37001 untuk mempercepat proses tender SBU:
1. Pemetaan Kebutuhan dan Risiko
Mengidentifikasi persyaratan SBU yang relevan dengan standar ISO serta menilai risiko mutu (ISO 9001) dan risiko penyuapan (ISO 37001) dalam proses tender.
2. Penyusunan Kebijakan dan Prosedur
Menyusun kebijakan mutu dan anti-penyuapan yang selaras dengan regulasi tender. Kemudian, membuat prosedur operasional standar (SOP) untuk memastikan kepatuhan dokumentasi SBU.
3. Implementasi Sistem Manajemen
Menerapkan kontrol mutu pada seluruh dokumen, proyek, dan layanan (ISO 9001) serta menjalankan mekanisme pencegahan suap, pelaporan, serta investigasi internal (ISO 37001).
4. Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
Lakukan audit internal untuk menilai efektivitas penerapan ISO dan menyusun tindak lanjut perbaikan agar sistem lebih siap menghadapi verifikasi SBU dan proses tender.
5.Sertifikasi dan Optimalisasi Tender
Memperoleh sertifikasi ISO 9001 & ISO 37001 sebagai bukti kredibilitas. Integrasikan juga hasil penerapan ISO ke dalam dokumen tender, sehingga mempercepat validasi dan meningkatkan peluang memenangkan proyek.
Selain sebagai standar sistem manajemen, ISO 9001 dan ISO 37001 dapat dijadikan sebagai langkah strategis dalam mempercepat proses tender SBU. Beberapa tahapan strategis yang dilakukan yaitu pemetaan kebutuhan dan risiko, penyusunan kebijakan dan prosedur, implementasi sistem manajemen, audit internal dan tinjauan manajemen, serta sertifikasi dan optimalisasi tender. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait ISO 9001 atau ISO 37001, kunjungi website berikut ini konsultaniosindonesia.com. Tim kami akan memenuhi kebutuhan perusahaan Anda dengan harga yang terjangkau.