Kebutuhan akan pembangunan atau proyek yang menempatkan kualitas pada posisi teratas, menyebabkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerapkan beberapa persyaratan untuk mengikuti tender. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh vendor yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Terpadu (IMS). IMS membantu vendor dalam memenuhi kualifikasi proyek tender yang diadakan oleh BUMN.
Apa itu Sistem Manajemen Terpadu (IMS)?
Sistem Manajemen Terpadu (IMS) merupakan pendekatan secara komprehensif untuk mengelola berbagai sistem manajemen dalam suatu organisasi menjadi satu kesatuan yang terintegrasi. IMS membantu organisasi menyelaraskan berbagai aspek bisnis termasuk manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan sistem manajemen lainnya untuk mencapai tujuan strategi yang efektif.
IMS dapat dibentuk dengan menggabungkan sistem manajemen organisasi dengan sistem manajemen lainnya yang bersifat aplikatif dan administratif. Implementasi IMS mampu menutup ruang kosong pada sistem manajemen organisasi, sehingga membantu organisasi melengkapi kekurangan pada sistem manajemen organisasi. Selain itu, IMS menjadi syarat tender dan proyek BUMN. Hal ini dikarenakan agar organisasi memaksimalkan potensi dari segala sisi mulai dari kualitas, pengendalian risiko, produktivitas, efisiensi, K3, hingga aspek lingkungan.
Bagaimana Membangun Sistem Manajemen Terpadu (IMS) untuk Memenuhi Syarat Tender dan Proyek BUMN
Mengimplementasikan IMS memerlukan waktu dan proses yang panjang. Hal ini dikarenakan organisasi perlu pembiasaan terkait penambahan, pengurangan, atau perubahan pada sistem manajemen yang berorientasi pada peningkatan kualitas organisasi. Oleh karena itu, jika perusahaan Anda hendak mengikuti tender atau proyek BUMN, ada baiknya mempertimbangkan untuk melakukan IMS untuk memenuhi persyaratan dengan beberapa cara berikut ini:
1. Memahami Kebutuhan Proyek
Sebelum memutuskan untuk mengikuti sebuah tender proyek BUMN, lakukan identifikasi terlebih dahulu terkait kebutuhan proyek. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tujuan proyek dan langkah strategi apa yang dapat dilakukan untuk mencapainya. Pertimbangkan untuk menggabungkannya dengan standar ISO tertentu seperti ISO 14001 (jika proyek mempertimbangkan dampak lingkungan) dan ISO 45001 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi (K3).
2. Buat Struktur IMS
Gabungkan prosedur kerja, kebijakan, dan instruksi kerja dengan ISO 9001 jika ingin memprioritaskan kualitas mutu yang tinggi. Lalu, buatlah struktur kerja yang menggabungkan sistem manajemen organisasi dengan ISO 9001 untuk memaksimalkan kinerja perusahaan.
3. Lakukan Sosialisasi
Buatlah pelatihan untuk mengenalkan penerapan IMS di badan organisasi. Sosialisasikan dari puncak manajemen hingga staff, sehingga seluruh struktur dalam organisasi memahami pentingnya dan tujuan IMS dalam memenuhi persyaratan tender proyek BUMN.
4. Integrasi ke Sistem Tender dan Operasional Proyek
Pastikan IMS menjadi dokumen pendukung tender (kebijakan, sertifikat, SOP), diterapkan secara nyata, mendukung nilai bobot teknis tender BUMN, serta mendukung SMKK dan pelaporan berbasis sistem.
Baca juga: 8 Cara Efektif Mengikuti Tender, Dijamin Menang!
Sebagai pemilik proyek, tentu BUMN menginginkan hasil proyek yang tinggi karena proyek BUMN berbasis pada kebutuhan dan penggunaan masyarakat umum. Oleh karena itu, sistem manajemen seperti ISO, dapat diintegrasikan melalui pendekatan IMS untuk melengkapi ruang kosong pada sistem manajemen perusahaan. Segera konsultasikan kebutuhan ISO Anda kepada kami melalui website berikut ini konsultanisoindonesia.com. Tim kami akan memberikan jasa konsultasi ISO terbaik dengan harga yang kompetitif.