Proyek EPC merupakan salah satu proyek konstruksi untuk skala yang besar, rumit dan kompleks. Proyek EPC membantu pembangunan konstruksi dalam beberapa tahapan agar rencana, pelaksanaan, hingga penyelesaian kontrak selesai hingga akhir. Proyek EPC juga dapat disandingkan dengan Sistem Manajemen Mutu atau ISO 9001 untuk mengoptimalkan hasil yang maksimal.
Mengenal Apa itu EPC
EPC adalah singkatan dari Engineering, Procurement, Construction, yaitu model pelaksanaan proyek konstruksi dengan tiga tahapan utama yakni perencanaan/rekayasa (engineering), pengadaan barang atau jasa (procurement), dan pelaksanaan konstruksi (construction). Pada model kontrak EPC ini, kontraktor memegang penuh kendali atas proyek yang dikerjakan mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi. Setelah kontrak selesai, kontraktor akan menyerahkan hasilnya kepada pemilik proyek secara penuh. Oleh karena itu, model kontrak in disebut juga turnkey contract.
Umumnya, EPC dilakukan pada proyek konstruksi yang memiliki skala yang besar, kompleksitas yang tinggi, dan advance. Tanggung jawab yang besar inilah yang menyebabkan kontraktor harus bekerja secara maksimal agar tidak terjadi kegagalan konstruksi. Maka, jika terdapat celah dalam mutu pembangunan proyek konstruksi, kontraktor dapat menerapkan Sistem Manajemen Mutu atau ISO 9001.
ISO 9001 secara Singkat
ISO 9001 merupakan Sistem Manajemen Mutu yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO). ISO 9001 dapat diterapkan kepada organisasi atau perusahaan dari berbagai skala untuk meningkatkan kinerja, kualitas, dan bukti komitmen terhadap standar mutu dengan skala global. ISO 9001 memberikan panduan dalam menetapkan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Manajemen Mutu dari waktu ke waktu.
Implementasi ISO 9001 tidak hanya berfokus pada organisasi atau perusahaan yang mengejar nilai laba, tetapi juga pada pekerjaan atau proyek yang membutuhkan standar yang tinggi untuk memenuhi persyaratan proyek yang bersangkutan. ISO 9001 dapat menjadi pilihan utama dalam meningkatkan standar mutu proyek tersebut.
Langkah Optimalkan Proyek EPC dengan ISO 9001
Kebutuhan proyek EPC akan nilai standar mutu yang tinggi, mengharuskan kontraktor untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu yakni ISO 9001. Karena Sistem Manajemen ISO 9001 akan membantu proyek dalam mengarahkan peningkatan kualitas, mengurangi pemborosan di beberapa area, serta fokus pada efisiensi yang dapat memaksimalkan potensi proyek konstruksi. Jika Anda kontraktor dan ingin mengimplementasikan ISO 9001 ke dalam proyek EPC, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:
-
Memahami Konteks dan Tujuan Proyek
Sebelum menerapkan ISO 9001, lakukan identifikasi terhadap kebutuhan dan harapan para pihak yang terkait. Hal ini dilakukan agar sistem manajemen dapat mendikte keinginan dan tujuan klien, regulator, dan vendor. -
Adaptasi Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001
Jika proyek sudah memiliki sistem manajemen mutu sendiri, penerapan ISO 9001 tetap dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa kebijakan dari ISO 9001 seperti dokumentasi yang berfungsi untuk mencatat segala aktivitas yang berkaitan dengan kualitas mutu proyek. Jika belum, proyek dalam menerapkan ISO 9001 secara penuh dengan menetapkan kebijakan mutu yang spesifik untuk proyek EPC. -
Kontrol Kualitas dalam Setiap Tahapan EPC
Pada tahapan engineering, ISO 9001 dapat meninjau dan melakukan verifikasi terkait desain konstruksi. Selanjutnya pada tahap procurement, auditor ISO 9001 dapat melakukan inspeksi barang masuk. Terakhir pada tahap construction, auditor ISO 9001 dapat melakukan inspeksi lapangan terkait penerapan standar kualitas dan uji mutu sesuai dengan spesifikasi teknis EPC dan ISO 9001.
Proyek EPC yang rumit dapat disatukan dengan ISO 9001 memaksimalkan potensi proyek pembangunan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan pemilik proyek. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait bagaimana implementasi ISO 9001 pada proyek EPC, Anda dapat mengunjungi website berikut ini konsultanisoindonesia.com. Kami akan membantu Anda dalam mengimplementasi ISO pada proyek EPC yang sedang Anda kerjakan dengan tim khusus yang memiliki jam terbang tinggi.
Baca juga: Pentingnya Standar ISO 9001 dalam Kontraktor Konstruksi